TEMPO Interaktif, Jakarta - Salah satu minuman olahraga terbaik pasca-pemulihan sudah tersedia di kulkas Anda, yaitu susu cokelat. Menurut penelitian baru yang disajikan pada konferensi American College of Sports Medicine minggu ini. Dalam serangkaian empat penelitian, peneliti menemukan bahwa susu cokelat menawarkan keuntungan pemulihan untuk membantu memperbaiki dan membangun kembali otot, dibandingkan dengan karbohidrat yang dirancang khusus sebagai minuman olahraga.
Para ahli sepakat bahwa dua jam setelah latihan adalah penting sebagai bagian dari pemeliharaan kebugaran, namun sering diabaikan. Setelah latihan berat, masa pemulihan pasca-latihan adalah penting untuk membantu memaksimalkan latihan dan tetap dalam keadaan prima untuk latihan berikutnya.
Penelitian baru menunjukkan bahwa minum susu cokelat bebas lemak setelah olahraga dapat membantu tubuh mempertahankan, mengisi, dan membangun kembali otot untuk membantu tubuh Anda pulih. Minum susu cokelat rendah lemak setelah latihan berat bahkan bisa membantu mempersiapkan otot untuk melakukan latihan berikutnya yang lebih baik.
Secara khusus, para peneliti menemukan manfaat susu cokelat untuk: Membangun otot, mengisi kembali "bahan bakar" otot, mempertahankan otot ramping.
Mengapa susu cokelat? Susu sokelat merupakan kombinasi karbohidrat dan protein berkualitas tinggi, yang bermanfaat untuk pemulihan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa susu cokelat memiliki campuran yang tepat antara karbohidrat dan protein untuk membantu otot-otot yang lelah mengisi bahan bakar, dan protein dalam susu membantu membangun otot yang ramping. Penelitian baru ini menunjukkan bukti bahwa susu bisa sama efektifnya dengan beberapa minuman olahraga komersial dalam membantu atlet mengisi bahan bakar.
Susu juga menyediakan cairan untuk rehidrasi dan elektrolit, termasuk potasium, kalsium dan magnesium yang hilang lewat keringat yang mengucur. Susu cokelat secara alami kaya nutrisi, yang tidak ditemukan di dalam kebanyakan minuman olahraga.
TEMPO Interaktif, Jakarta - Salah satu minuman olahraga terbaik pasca-pemulihan sudah tersedia di kulkas Anda, yaitu susu cokelat. Menurut penelitian baru yang disajikan pada konferensi American College of Sports Medicine minggu ini. Dalam serangkaian empat penelitian, peneliti menemukan bahwa susu cokelat menawarkan keuntungan pemulihan untuk membantu memperbaiki dan membangun kembali otot, dibandingkan dengan karbohidrat yang dirancang khusus sebagai minuman olahraga.
Para ahli sepakat bahwa dua jam setelah latihan adalah penting sebagai bagian dari pemeliharaan kebugaran, namun sering diabaikan. Setelah latihan berat, masa pemulihan pasca-latihan adalah penting untuk membantu memaksimalkan latihan dan tetap dalam keadaan prima untuk latihan berikutnya.
Penelitian baru menunjukkan bahwa minum susu cokelat bebas lemak setelah olahraga dapat membantu tubuh mempertahankan, mengisi, dan membangun kembali otot untuk membantu tubuh Anda pulih. Minum susu cokelat rendah lemak setelah latihan berat bahkan bisa membantu mempersiapkan otot untuk melakukan latihan berikutnya yang lebih baik.
Secara khusus, para peneliti menemukan manfaat susu cokelat untuk: Membangun otot, mengisi kembali "bahan bakar" otot, mempertahankan otot ramping.
Mengapa susu cokelat? Susu sokelat merupakan kombinasi karbohidrat dan protein berkualitas tinggi, yang bermanfaat untuk pemulihan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa susu cokelat memiliki campuran yang tepat antara karbohidrat dan protein untuk membantu otot-otot yang lelah mengisi bahan bakar, dan protein dalam susu membantu membangun otot yang ramping. Penelitian baru ini menunjukkan bukti bahwa susu bisa sama efektifnya dengan beberapa minuman olahraga komersial dalam membantu atlet mengisi bahan bakar.
Susu juga menyediakan cairan untuk rehidrasi dan elektrolit, termasuk potasium, kalsium dan magnesium yang hilang lewat keringat yang mengucur. Susu cokelat secara alami kaya nutrisi, yang tidak ditemukan di dalam kebanyakan minuman olahraga.
Jumat, 25 Maret 2011
Selasa, 15 Maret 2011
Rotasi Bumi Semakin Cepat Akibat Gempa Jepang
Rotasi Bumi Semakin Cepat Akibat Gempa Jepang. Kejadian Gempa dengan kekuatan 8,9 SR di Jepang ternyata membuat Rotasi Bumi semakin cepat dari sebelumnya secara tidak langsung Gempa di Jepang tersebut telah mempersingkat hari dari sebelum kejadian yang membuat kaget seluruh dunia, hal ini tentu membuat heran masyarakat bumi ketika tahu akan hal tersebut.

Studi Gempa Jepang Mempercepat Rotasi Bumi
Seperti yang telah sedikit disinggung diatas, rotasi bumi berubah tidak seperti sebelum kejadian Gempa di Jepang, distribusi massa di Bumi berubah karena pergerakan lempeng dan runtuhnya batuan di kulit Bumi. Hal tersebut diungkapkan oleh Richard Gross, geofisikawan di Laboratorium Propulsi Jet milik NASA di Pasadena, AS.Beliau mengatakan, “Dengan berubahnya distribusi massa di Bumi, gempa Jepang mengakibatkan Bumi berotasi lebih cepat, mempersingkat hari sebanyak 1,8 mikrodetik,”. Sebelumnya prediksi memperkirakan, perubahan pada Rotasi Bumi akibat Gempa besar di Jepang 11 Maret 2011 kemarin sekitar 1,6 mikrodetik, ternyata prediksi itu meleset, kejadian sebenarnya lebih cepat dari perkiraan.
Jika dibandingkan dengan Rotasi Bumi yang wajar memang cukup jauh atau sangat kecil, kita ketahui panjang atau lamanya satu hari itu adalah 24 jam atau 86.400 detik, jika kita ubah dalam mikrodetik maka akan menemukan angka sekitar 1000 mikrodetik, tapi itu juga tergantung dari variasi musim distribusi massa Bumi.
Contoh Kasus Perubahan Rotasi Bumi Sebelum Gempa Jepang
Kejadian seperti ini atau perubahan pada waktu Rotasi Bumi yang diakibatkan oleh Gempa di Jepang bukan yang pertama, sebelumnya saat gempa besar terjadi di Indonesia tepatnya di Aceh tahun 2004, Rotasi Bumi juga berubah semakin cepat, pada saat itu diketahui telah mempersingkat hari sekitar 6,8 mikrodetik. Pada gempa yang mengguncang Chile pun sama, telah mempersingkat hari sekitar 1,26 mikrodetik.” Perubahan Massa Bumi akibat gempa jepang berdampak pada perubahan Rotasi Bumi “Dalam hal ini, Gross menambahkan kalau perubahan ini belum selesai atau belum berhenti sampai disini, gempa-gempa susulan di jepang yang diketahui sampai ratusan kali juga bisa merubah waktu Rotasi Bumi atau makin mempersingkat waktu hari di bumi. “Gempa susulan juga bisa mengubah waktu rotasi. Namun karena kekuatan gempa susulan lebih kecil, pengaruhnya juga lebih kecil,” ungkap beliau.
Pengungkapan Teori Gempa Jepang Mempercepat Rotasi Bumi
Gross juga mengungkapkan secara teori, menurut beliau jika sesuatu terjadi atau apapun terjadi dan mempunyai dampak pada distribusi massa Bumi hal tersebut juga akan berdampak pada putaran atau Rotasi Bumi. Gempa dilaporkan mempercepat sedikit gerakan rotasi bumi yang biasanya sekitar 1.604 km/jam.Pembantahan Pendapat Rotasi Bumi Semakin Cepat Akibat Gempa Jepang
Lain halnya dari Gross yang mengatakan bahwa dampak Gempa besar yang disusul dengan Tsunami di Jepang pada Jumat, 11 Maret 2011 kemarin berpengaruh terhadap Rotasi Bumi atau memperpendek waktu hari. Johny Setiawan, sebagai ahli astrofisika dari Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy, menyangkal teori atau pendapat Gross tersebut.Beliau mengutarakan kalau kejadian Gempa besar di Jepang dengan kekuatan 9 SR (Setelah dirubah oleh pihak Jepang) berdampak pada Rotasi Bumi. Menurut beliau, panjang dan pendeknya suatu hari di Bumi itu hanya dapat di pengaruhi jika terjadi sesuatu efek dari luar bumi.
Johny mengatakan, “Kalau Bumi kejatuhan asteroid sehingga massanya bertambah, pasti akan berubah panjang pendeknya hari,” dalam hal ini beliau berpendapat jika massa bumi tetap sama maka harusnya kecepatan rotasi dan lamanya rotasi juga akan tetap sama.
Pendapat para ahli memang selalu berbeda tidak tentu sama dalam menyikapi fenomena alam, contoh ketika Fenomena Supermoon dikaitkan dengan sebagai faktor penyebab kejadian gempa di Jepang. Tak hanya itu, ternyata dalam menyikapi perubahan Rotasi Bumi yang semakin cepat akibat gempa di jepang pun sama.
Reff: Kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)
