Cari di Blog Ini

video

Tampilkan postingan dengan label Teori dan Teknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori dan Teknik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Menjadi Atlit Poomsae

Atlet Taekwondo identik dengan kyorugi, sebagian besar taekwondoin berkarir pada kyorugi. Dengan beban latihan yang berat, olah fisik yang teratur, berlatih teknik, mental, dll membuat suatu stigma atau pandangan bahwa menjadi atlet kyorugi adalah segala-galanya.

Seiring bertambahnya regulasi terbaru dari WTF (World Taekwondo Federation) pertandingan taekwondo sekarang tidak hanya mempertandingkan kelas kyorugi saja, tapi muncul “mainan” baru, yaitu pertandingan poomsae. Saat ini, pertandingan poomsae sering disisipkan (exhibition) di tiap pertandingan taekwondo.

Karena merupakan “mainan” baru, maka banyak yang menganggap remeh baik pertandingannya maupun atletnya. Banyak yang salah sangka, bahwa mengikuti pertandingan poomsae itu sangat mudah. Tidak perlu latihan fisik, teknik, mental, bahkan tidak perlu capek-capek latihan layaknya pertandingan kyorugi.

Jika kita menganggap demikian, maka mulai sekarang hilangkan pola pikir seperti itu…

Seorang atlet poomsae tidak bisa dipandang sebelah mata…

Poomsae merupakan serangkaian gerakan yang sangat membutuhkan konsentrasi penuh di tiap gerakannya, dituntut untuk menghasilkan gerakan yang indah, penuh tenaga yang ideal, sehingga menimbulkan suatu seni tersendiri bagi yang melihatnya.

Melakukan gerakan poomsae perlu latihan yang intensif, latihan teknik yang tepat, fisik yang kuat (dalam hal ini, mengenai pengaturan pernapasan), dan tentu saja membutuhkan mental yang kuat.

Kenapa harus mempunyai mental yang kuat? Bukankah kita tidak head to head dengan lawan, atau tidak bertarung dengan siapapun?
Memang kita tidak berhadapan dengan lawan seperti di kyorugi, yang kita hadapi adalah penonton, wasit, dan diri kita sendiri. Apalagi jika kita bertanding di kelas individu, jika mental kita tidak siap, maka yang terjadi adalah…..(tebak sendiri lah…)

Kenapa harus berlatih intensif untuk menghadapi suatu pertandingan poomsae? Kenapa harus latihan fisik dan teknik segala?
Poomsae yang dipertandingkan, menuntut sebuah kesempurnaan, yang menilai adalah penonton, wasit, dan diri kita sendiri. Untuk mencapai kesempurnaan poomsae, dibutuhkan latihan yang intensif, fisik yang prima (agar tidak ngos-ngosan setelah melakukan poomsae), dan teknik yang tepat.

Menjadi atlet poomsae adalah suatu kebanggaan tersendiri, sama seperti atlet kyorugi, bahwa tidak semua taekwondoin mampu menjadi atlet, apalagi menjadi atlet yang langganan juara. Jadi apapun background kita (poomsae atau kyorugi) kita wajib bangga dan terus memiliki semangat tinggi untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya.

Jumat, 25 Maret 2011

Latihan relaksasi,konsentrasi dan Visualisasi bagi Atlit

Relaksasi
Relaksasi adalah bagian dari latihan yang penting dilakukan bagi setiap atlit dalam usaha pencapaian “Peak Performance  “ atau Kondisi Puncak sekaligus mempertahankan kondisi tsb.

Jenis latihan Relaksasi
a.      Relaksasi Pernafasan (breathing relaxation)
b.      Relaksasi Suara (humming relaxation)
c.      Relaksasi Kosong (blank relaxation).

Jika kemampuan Relaksasi dikuasai seorang atlit maka atlit tsb akan
-         mampu mengurangi beban mental seperti : keraguan diri, kecemasan dll
-         mampu mengurangi beban fisik seperti : gemetar dll
-         mampu mendukung kemampuan berkonsentrasi
Pada setiap atlit kompetisi kemampuan ini akan dipacu – dengan memperbanyak latihannya sehingga setiap saat si atlit bisa menggunakan ketrampilan ini jika diperlukan – termasuk saat bertanding.

Prosedur dan Proses Latihan Relaksasi
1.                  Ke- 3 Jenis Latihan Relaksasi ini harus dilatih secara bergantian setiap hari minimal dua kali selama sepuluh menit.
2.                  Latihan ini sebaiknya dilakukan saat latihan (sebelum atau sesudah sama saja) dan waktu malam.
3.                  Pada tahap ke-1 ( Minggu Ke-1 s/d Minggu ke 3) pelatihan  dipandu oleh Pelatih terutama karena kemampuan setiap individu yang berbeda.
4.                  Pelatih juga agar selalu mencatat perkembangan dan mengadakan evaluasi ke setiap atlit.

Anggota Tubuh yang mana konsentrasi ditujukan ?
Anggota Tubuh        
Nomor 1 :      Tangan Kanan : Pengaliran tenaga diberikan dengan mengepal keras
Nomor 2 :      Tangan Kiri : Pengaliran tenaga Sama dengan No. 1
Nomor 3 :      Kaki Kanan : Pengaliran tenaga diberikan dengan menekan tumit kearah lantai
Nomor 4 :      Kaki  Kiri :      Pengaliran tenaga sama dengan No. 3
Nomor 5 :      Perut : Pengaliran tenaga diberikan dengan mengencangkan seluruh otot bagian perut
Nomor 6 :      Bahu   : Pengaliran tenaga diberikan dengan mengangkat bahu mendekati telinga
Nomor 7 :      Kepala : Pengaliran tenaga diberikan dengan mengernyitkan alis mata

i    “ H a r a “ dipercaya sebagai pusat enerji manusia. Hara terletak lima senti dibawah pusar. Bentuknya mirip ular tidur melingkar. Setiap nafas yang masuk dan keluar dengan konsentrasi yang baik akan mengangkat “hara” – karena itu setiap pernafasan harus dilakukan sampai udara baik yang keluar maupun yang masuk “seakan usaha mengangkat” Hara. Jika “hara” bangkit enerjinya dapat dimanfaatkan dengan konsentrasi. Pelatihan Konsentrasi akan diberikan setelah atlit menguasai Relaksasi.


Persiapan latihan Relaksasi
1.      Carilah tempat yang nyaman dan cukup tenang yang tidak banyak aktifitas
2.      Pilihlah Jenis Relaksasi -  biasanya ditentukan oleh Tim Pelatih  Relaksasi mana yang perlu dilatih , sbb. :

R     untuk Relaksasi Pernafasan (Breathing Relaxation) konsentrasikan pikiran hanya kepada keluar masuknya nafas.

R     untuk Relaksasi Suara (Humming relaxation): konsentrasikan pikiran dan bersuara tanpa arti dengan tenang yakni :………mmmmmmmmmmm……..
Relaksasi suara (humming relaxation) ini bertujuan untuk mendapatkan ketenangan dan pengendalian diri pada saat  bertanding. Dengan melatih relaksasi jenis ini lebih sering maka si atlit dalam suatu pertandingan  akan lebih cepat mencapai ketenangan dan pengendalian diri.

R     untuk Relaksasi Kosong (Blank Relaxation) ini terutama bertujuan untuk menambah kemampuan atlit dalam berkonsentrasi.

Cara latihan Relaksasi
R     Ambil posisi yang paling nyaman , bisa : duduk bersandar atau terlentang. Yang penting dijaga adalah antara hidung dengan “Hara”    ( yang letaknya 5 cm dibawah pusar ) haruslah lurus segaris
R     Pejamkanlah  kedua mata anda
R     Konsentrasikan pikiran HANYA pada keluar masuknya nafas (atau tergantung Jenis Relaksasi mana yang dipilih)
§         Semua nafas masuk melalui hidung dan untuk nafas keluar melalui mulut dan hidung
§         Rasakan seluruh tubuh anda terkulai seakan mencair……….
§         Tariklah nafas dengan perlahan sampai rongga dada terasa penuh …..tahan empat hitungan
…satu…dua…tiga…empat..
§         Lepaslah nafas dengan perlahan melalui hidung dan mulut….teruskan sampai kurang lebih 2 - 3 menit
R     Sekarang Mulailah berkonsentrasi pada Anggota Tubuh No. 1
R     Tegangkan dan mengalirkan tenaga kesana ….tahan …
R     Dalam empat hitungan lepaskan satu…...dua…..tiga…..empat…….Lepaskan tenaga bersama-sama dengan melepas nafas..…
R     Ulangi konsentrasi hanya pada nafas keluar-masuk..Pastikan Anggota Tubuh No. 1 sudah  dalam posisi relaks
R     Teruskan Relaksasi Pernafasan tanpa konsentrasi pada Anggota Tubuh (Interval) selama kurang lebih 2 sampai 3 menit baru beralih ke Anggota Tubuh No. 3 , 4 ……sampai No. 7.

sumber : http://taekwondo-wonogiri.blogspot.com/2010/12/latihan-relaksasikonsentrasi-dan.html

Jumat, 18 Februari 2011

Makna Logo Taekwondo Indonesia

Logo Taekwondo Indonesia memiliki arti khusus, yaitu:

  1. Perisai bulat, memiliki makna kebulatan tekad dan keteguhan hati untuk membela persatuan dan kesatuan yang utuh dan bulat dari Taekwondi Indonesia
  2. Kepalan tangan dengan jari-jemarinya memiliki makna semangant perjuangan, keuletan, ketekunan serta pantang memyerah
  3. Warna hitam melambangkan suatu kekuatan dan ketahanan
  4. Warna kuning melambangkan kemuliaan dan kesejahteraan
  5. Warna merah dan putih melambangkan kedaulatan Indonesia

Sumber : http://taekwondonesia.blogspot.com/2010/12/logo-taekwondo-indonesia.html

Kamis, 03 Februari 2011

TERMINOLOGI TAE KWON DO

Berikut adalah arti dari istilah-istilah yang sering di gunakan dalam latihan Taekwondo

TERMINILOGI DASAR/UMUM
Grandmaster : Pelatih dengan tingkat DAN 9-10
Kwanjang Nim / Master : Pelatih dengan tingkat DAN 7-8
Sabeum Nim : Pelatih dengan tingkat DAN 4-6
Sabeum : Pelatih dengan tingkat DAN 1-3
Kyosah : Asisten Pelatih
Sonbae : Senior
Hubae : Junior
Jee ja : Murid
Yukeup ja : Penyandang Sabuk warna
Yudan ja : Penyandang Sabuk Hitam
Chobo ja : Pemula/sabuk putih
Taekondo Junshin : Prinsip ajaran Taekwondo
Sanggeub Shimsa : Ujian Kenaikan Tingkat
Muknyeom : Meditasi
Yoshintongil : Berdoa
Dobok : Seragam Taekwondo
Ti : Sabuk Latihan
Oen : Kiri
Oreun : Kanan
Joonbi Undong : Warming Up
Kibon : Dasar
Kibon Jase : Kuda-kuda Dasar
Kibon Dojak : Gerakan Dasar
Teuk Soo Dojak : Gerakan Dasar
Kisul : Teknik
Kongkyok Kisul : Teknik serangan
Hoshinsul : Pembelaan Diri
Kyuk Pa : Teknik Pemecahan
Si Beom : Demonstrasi/Atraksi
Hanbeon Kyoruki : Serangan Satu Langkah
Keup So : Sasaran Vital
Dojang : Tempat Latihan
Kwan : Perguruan
Poomsae : Jurus
Kyoruki : Pertarungan


HITUNGAN
Hana : Satu
Dool : Dua
Set : Tiga
Net : Empat
Daseot : Lima
Yaseot : Enam
Ilgub : Tujuh
Yeodul : Delapan
Ahop : Sembilan
Yeol : Sepuluh
Yeol Hana : Sebelas
Seunmool : Dua Puluh
Seunmool Hana : Dua Puluh Satu
Seoreun : Tiga Puluh
Baek : Seratus


INSTRUKSI
Charyeot : Perhatian
Kyong Rye : Hormat
Joonbi : Siap
Sijak : Mulai
Baro : Kembali ke posisi awal
Dwi Dora : Balik arah
Shioh : Rileks
Kalryeo : Tahan/Berhenti sementara
Kyesok : Lanjutkan
Keuman : Selesai
Palli : Cepat
Ta si : Ulangi Lagi
Kyo dae :  Tukar Posisi


UCAPAN
Anyeong Hasimnika : Salam
Kamsha Hamnida : Terima Kasih
Mian Hamnida : Maaf
Ye : Ya
Aneo : Tidak



BAGIAN TUBUH
Jumeok : Kepalan
Deung Jumeok : Punggung kepalan
Me Jumeok : Kepalan Palu (bagian luar kepalan)
Sonal : Kepalan
Sonkeut : Ujung Jari
Batangson : Telapak tangan
Bakat Palmok : Lengan Bagian Luar
An Palmok : Lengan Bagian Dalam
Palgup : Siku Tangan
Ap Chuk : Ujung Depan Telapak Kaki
Dwi Chuk : Telapak Kaki Bagian Belakang
Balnal : Telapak kaki bagian samping luar
Balbadak : Telapak kaki bagian dalam
Baldeung : Punggung Telapak Kaki
Dwikumchi : Tumit
Mureup : Lutut
Momtong : Badan
Eogul : Muka
Are : Di bawah badan


SIKAP KUDA-KUDA (SEOGI)
Moa Seogi : Kuda-kuda rapat
Naranhi Seogi : Kuda-kuda Sejajar
Juchum Seogi : Kuda-kuda duduk
Ap Seogi : Kuda-kuda/Sikap jalan pendek
Ap kubi : Kuda-kuda/Sikap jalan panjang
Dwi Kubi : Kuda-kuda L
Beom Seogi : Kuda-kuda/Sikap Harimau
Koa Seogi : Kuda-kuda Silang
Hakdari Seogi : Kuda-kuda Satu Kaki\

PUKULAN
Jireugi : Pukulan
Yeop Jireugi : Pukulan Samping
Chi Jireugi : Pukulan dari bawah ke atas
Dolryeo Jireugi : Pukulan Mengait
Pyojeok Jireugi : Pukulan dengan sasaran


SABETAN (CHIGI)
Sonal Mok Chigi : Sabetan Ke Leher dengan pisau Tangan
Palgup Chigi : Sabetan Siku
Deung Jumeok Ap Chigi : Sabetan ke Depan dengan punggung kepalan tangan
Jebibom Mok Chigi : Sabetan ke Leher dengan pisau tangan
dan Tangkis ke atas muka dengan pisau tangan


TUSUKAN (CHIRIGI)
Pyeonson Keut Sewo Chireugi : Tusukan Dengan Telepak tangan tegak
Pyeonson Keut Upeo Chireugi : Tusukan Dengan Telepak tangan datar
Ageumson Keut Chireugi : Hentakan Ke leher dengan sela-sela ibu jari dan telunjuk
Gawison Keut Chireugi :Tusukan dengan jari telunjuk & tengah ke arah kedua mata
Hanson Keut Chireugi : Tusukan dengan jari telunjuk ke arah salah satu mata atau leher
Dulson Keut Chireugi : Tusukan dengan jari telunjuk & tengah dirapatkan ke arah salah satu
                                  mata atau leher


TANGKISAN (MAKKI)
Are Makki : Tangkisan ke Bawah
Eogul Makki : Tangkisan ke atas muka
Eogul Bakkat Makki : Tangkisan ke luar muka
Momtong Makki : Tangkisan ke badan dari dalam ke luar mengunakan lengan luar
Momtong An Makki : Tangkisan ke badan dari luar ke dalam mengunakan lengan luar
Momtong Bakkat Makki : Tangkisan ke badan dari dalam ke luar mengunakan lengan dalam
Bitureo Makki : Tangkisan dengan badan melintir
Hechyeo Makki : Tangkisan Ganda Mendesak keluar
Gawi Makki : Tangkisan Menggunting
Sonal Momtong Makki : Tangkisan dengan pisau tangan ke badan (serentak dua tangan dari belakang)
Sonal Momtong Makki : Tangkisan dengan pisau tangan ke badan (satu tangan mengepal)
Bakat Palmok Are Geudro Makki : Tangkisan dengan tangan bagian luar ke bawah (serentak dua tangan dari belakang)
Bakat Palmok Momtong Geudro Makki : Tangkisan dengan tangan bagian luar ke badan (serentak dua tangan dari belakang)
Eotgoreo Are Makki : Tangisan silang ke arah bawah
Wesanteul Makki : Tangkisan Ganda membuka ke Samping


TENDANGAN (CHAGI)
Ap Chagi : Tendangan Ke Depan
Momtong Dollyo Chagi : Tendangan melingkar depan ke badan
Eogul Dollyo Chagi : Tendangan melingkar depan ke muka
Momtong Yeop Chagi : Tendangan samping dengan pisau kaki ke badan
Eogul Yeop Chagi : Tendangan samping dengan pisau kaki ke muka
Dwi Chagi : Tendangan Putar Mendorong Ke Belakang
Deol O Chagi : Tendangan Mencangkul
Dwi Hurigi : Tendangan Putar dengan Mengkait
Twio Dwi Chagi : Tendangan Putar Mendorong Ke Belakang Sambil Melompat
Twio Dwi Hurigi : Tendangan Putar dengan Mengkait Sambil Melompat
Dubal Dangsang Chagi : Tendangan ganda ke Depan Sambil Melompat

Minggu, 30 Januari 2011

PENGERTIAN TAE KWON DO

Tae Kwon Do adalah olah raga bela diri modern yang berakar pada bela diri tradisional Korea. Tae Kwon Do mempunyai banyak kelebihan, tidak hanya mengajarkan aspek fisik semata, seperti keahlian dalam bertarung, melainkan juga sangat menekankan pengajaran aspek disiplin mental. Dengan demikian, Tae Kwon Do akan membentuk sikap mental yang kuat dan etika yang baik bagi orang yang secara sungguh-sungguh mempelajarinya dengan benar. Tae Kwon Do mengandung aspek filosofi yang mendalam sehingga dengan mempelajari Tae Kwon Do, pikiran, jiwa, dan raga kita secara menyeluruh akan ditumbuhkembangkan.

Tae Kwon Do yang terdiri dari 3 kata :

-Tae yang berarti kaki (menghancurkan dengan teknik tendangan.

-Kwon yang berarti tangan (menghantam dan mempertahankan diri dengan teknik tangan).

-Do yang berarti seni/cara mendisiplinkan diri.

Maka jika diartikan scara sederhana, Tae Kwon Do berarti seni atau cara mendisiplinkan diri / seni bela diri yang menggunakan teknik dengan kaki/tendangan untuk melumpuhkan lawan dan menggunakan tangan untuk memukul dan mempertahankan diri.

Mempelajari Tae Kwon Do tidak dapat hanya menyentuh aspek keterampilan teknik bela dirinya saja, namun harus meliputi fisik, mental, dan spiritualnya. Untuk itu seseorang yang berlatih dan mempelajari Tae Kwon Do sudah seharusnya menunjukkan kondisi fisik yang baik, mental yang kuat dan semangat yang tinggi.


Namun hal itu harus mampu ditunjukkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari yang baik dan didasari jiwa yang luhur. Dengan begitu barulah sseorang dapat dikatakan berhasil dalam berlatih Tae Kwon Do.

Tae Kwon Do dapat dipelajari siapa saja tanpa tergantung jenis kelamin, umur, dan status sosial. Sekarang ini Tae Kwon Do telah tersebar dan dipraktekan oleh lebih dari 40 juta orang di seluruh penjuru dunia. Kepopuleran Tae Kwon Do mencapai puncaknya saat Tae Kwon Do dipertandingkan sebagai cabang olah raga resmi di Olympiade Sidney 2000.

Di Indonesia diperkirakan lebih dari 200.000 anggota aktif mempraktekan olah raga bela diri ini diberbagai dojang yang tersebar luas di seluruh provinsi di indonesia dan terutama diminati oleh kaum muda dan pelajar Indonesia. Tae Kwon Do Indonesia telah mencatat prestasi membanggakan di arena multi sport event seperti SEA GAMES, ASIAN GAMES bahkan OLYMPIC GAMES 1992 di Barcelona, Spanyol, selain pada kejuaraan Tae Kwon Do tingkat Internasional.

Tae Kwon Do seharusnya tidak hanya dikembangkan sebagai olah raga prestasi saja melainkan sebagai seni bela diri yang dapat membentuk dan mendidik manusia-manusia yang sehat dan berkarakter kuat, guna membangun nusa dan bangsa Indonesia tercinta.